Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Anak ke Dua Mama Bapak

Lima tahun sejak lahor anak pertama, anak kedua yang tidak kalah ditunggunya akhirnya diberikan. Meskipun setelah dua kali mengalami keguguran, akhirnya saat mengetahui ada bayi kedua dalam perut Mama, Bapak sejak saat itu menggantikan semua tugas Mama, mulai dari mengambil air dengam cara menimba di sumur milik orang lain, mencuci pakaian mulai sarung pakaian yang dikencingi, pergi ke pasar (senin dan jumat) yang sudah ada rute pasti jika ke pasar untuk membeli ikan sayur lammang dan kue lainnya. Mama saat mengandung anak kedua tidak dibiarkan mengerjakan apapun, karena ditakutkan terjadi hal seperti dua sebelumnya. Karena sebelum hamil keempat ini, saat hamil kedua dan ketiga Mama selalu merasa kuat bahkaHn menjolok mangga sendiridan akhirnya keguguran. Dan hal itu sangat dihindari oleh Bapak dan juga Mama tentunya. Sampai pada suatu ketika, saat mama menghadiri acara di rumah tetangga, salah sagu orang menyuruh mama mengambilkan pattumbu (cobekan/ulekan terbuat dari batu) son...

Antara Barru dan Maros "camba"

Dua kabupaten yang berbeda, dua kabupaten yang lumayan jauh dan dua kabupaten yang menjadi saksi bisu perjuangan Bapak untuk tetap bisa bertemu dengan anak dan istrinya. Bapak yang seorang Guru Agama di SMA Muhammadiyah Camba harus rela dan tetap semangat kembalike Barru. Ada sebuah cerita saat pertama berada di Barru sesaat setelah melahirkan anak pertama. Anak bayi bernama Fathimah Azzahra Nasiruddin yang dipanggil Ima itu tidak mau berhenti menangis, entah apa yang diinginkannya. Sampai sampai tetangga sebelah sakit kepala dan memakai dauns rikaya di pelipisnya untuk mwngurangi rasa sakit kepala. Barru, kabupaten tempat penempatan sang istri sebagai seorang PNS Staf Kantor Urusan Agama (KUA). Karena banyak pertimbangan, akhrinya sang suami memutuskan untuk Mengurus perpindahan istrinya ke Maros Camba. Dengan segala perjuangan yang dilakukan, dengan segala penolakan yang terjadi. Akhirnya perjuangan kerja keras dan pantang menyerah, kepala Kementerian Agama Barru menyetujui pe...

Skripsi dan Hamil Anak Pertama

Tahun 1987 saat saat terakhir menyelesaikan Pendidikan Sarjana di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan UIN (Universitas Islam Negeri). Hari itu saat sidang skripsi dengan pakaian hijau bermotif bunga merah muda perempuan muda yang sedang hamil tua anak pertama mempertanggungjawabkan tulisan skripsinya dihadapan setiap penguji yang ada. Sistem ujiannya adalah harus melewati setiap penguji di dalam ruangan. Di depan meja masing-masing penguji sudah disiapkan kursi untuk yang akan ujian. Didampingi suami tercinta, ujian skripsi berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti. Judul skripsi perempuan muda nan cantik itu "Keteladanan Fathimah Azzahra". Salah satu penguji mengatakan, "kelak jika anakmu lahir dan perempuan,  beri dia nama Fathimah Azzahra, seperti tulisan skripsimu".  Setelah ujian skripsi selesai, mengadakan acara makan bersama dengan teman teman sejawat. Beberapa minggu sebelum perkiraan la...