Antara Barru dan Maros "camba"
Dua kabupaten yang berbeda, dua kabupaten yang lumayan jauh dan dua kabupaten yang menjadi saksi bisu perjuangan Bapak untuk tetap bisa bertemu dengan anak dan istrinya. Bapak yang seorang Guru Agama di SMA Muhammadiyah Camba harus rela dan tetap semangat kembalike Barru.
Ada sebuah cerita saat pertama berada di Barru sesaat setelah melahirkan anak pertama. Anak bayi bernama Fathimah Azzahra Nasiruddin yang dipanggil Ima itu tidak mau berhenti menangis, entah apa yang diinginkannya. Sampai sampai tetangga sebelah sakit kepala dan memakai dauns rikaya di pelipisnya untuk mwngurangi rasa sakit kepala.
Barru, kabupaten tempat penempatan sang istri sebagai seorang PNS Staf Kantor Urusan Agama (KUA).
Karena banyak pertimbangan, akhrinya sang suami memutuskan untuk Mengurus perpindahan istrinya ke Maros Camba. Dengan segala perjuangan yang dilakukan, dengan segala penolakan yang terjadi. Akhirnya perjuangan kerja keras dan pantang menyerah, kepala Kementerian Agama Barru menyetujui perpindahan istri ke Camba.
Ada sebuah cerita saat pertama berada di Barru sesaat setelah melahirkan anak pertama. Anak bayi bernama Fathimah Azzahra Nasiruddin yang dipanggil Ima itu tidak mau berhenti menangis, entah apa yang diinginkannya. Sampai sampai tetangga sebelah sakit kepala dan memakai dauns rikaya di pelipisnya untuk mwngurangi rasa sakit kepala.
Barru, kabupaten tempat penempatan sang istri sebagai seorang PNS Staf Kantor Urusan Agama (KUA).
Karena banyak pertimbangan, akhrinya sang suami memutuskan untuk Mengurus perpindahan istrinya ke Maros Camba. Dengan segala perjuangan yang dilakukan, dengan segala penolakan yang terjadi. Akhirnya perjuangan kerja keras dan pantang menyerah, kepala Kementerian Agama Barru menyetujui perpindahan istri ke Camba.
Komentar
Posting Komentar